Tiga tahun lalu butuh waktu yang sangat mepet
untuk mengetahui pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia. Bahkan,
sempat ketinggalan laga perdana sebelum diketahui bahwa MNC Group resmi
memiliki hak siarnya yang sudah berakhir musim 2012/2013.
Tak bisa dipungkiri, Barclays Premier League (BPL)
masih menjadi konsumsi utama kebanyakan penikmat sepakbola di
Indonesia. Hal itu pula yang mendorong sejumlah perusahaan media di
negara ini berlomba-lomba untuk memiliki hak siarnya. Meski memiliki
harga yang sangat fantastis, namun tidak menyurutkan sang pengelola
televisi untuk mendapatkannya.
MP & Silva yang menjadi pemegang hak
siar Liga Inggris saat ini menawarkan US$ 90 Juta untuk tiga musim ke
depan. Padahal, ketika dimenangkan MNC Group tiga tahun lalu, ‘hanya’
sekitar US$ 39 Juta.
Hal inilah yang melatarbelakangi MNC
Group yang membawahi RCTI, MNCTV dan Global TV serta tv berbayar
Indovision, TopTV dan OkeVision enggan untuk kembali memilikinya. Cukup
mengherankan memang, pemain baru bisa mengalahkan pionir pay tv di Indonesia.
Selain itu, perubahan terjadi pada televisi Free To Air (FTA). Mulai
musim depan, SCTV dan Indosiar hanya akan menyiarkan dua pertandingan
perpekan. Itu pun hanya level bawah saja. Praktis, mau tidak mau
penikmat Liga Inggris harus berlangganan televisi berbayar.
Berikut pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia mulai musim depan.
1. Orange TV
Berdiri pada 2011 lalu, Orange TV
langsung mendapatkan hak siar Liga Champions dan Liga Eropa 2012/2013
untuk televisi satelit berbayar. Mungkin, lantaran drastisnya lonjakan
penjualan saat itu, Orange TV kembali mencoba mengadu nasib dengan
membeli hak siar Liga Inggris. Tak tanggung-tanggung, pay tv
yang dioperasikan PT Mega Media Indonesia ini memiliki hak siar platinum
atau akan menayangkan 380 pertandingan siaran langsung BPL setiap musim
hingga 2015/2016.
Orange TV juga berhak me-relay
channel Premier League TV yang bermukim di satelit Intelsat 20. Namun,
sebaiknya Orange TV menambah transpondernya. Pasalnya, saat menyiarkan
UCL dan dan Liga UEFA musim lalu saja, kualitas audio dan video-nya sangat mengecewakan.
Sedikitnya Orange TV harus menambah lima channel lagi. Upaya dengan menimpa channel premium
seperti musim lalu bukanlah solusi. Bahkan, cenderung merugikan
konsumen. Tidak semuanya pelanggan Orange TV suka menonton sepakbola.
Apalagi, Liga Inggris disiarkan di jam prime time dan week end.
Terbatasnya slot transporder Orange TV di
jalur KU Band satelit Palapa D merupakan masalah tersendiri. Sehingga
memunculkan isu bahwa grup Sinar Mas ini akan beralih ke jalur C Band.
Ini tentu akan memakan modal yang sangat besar. Belum lagi keluhan
konsumen yang sudah berlangganan.
2. Big TV dan First Media
Satu lagi pemain baru di dunia pay tv
satelit yang akan menyiarkan Liga Inggris mulai musim depan, Big TV.
Meski baru lahir, namun orang dibelakangnya bukanlah pemain baru. Pay TV
yang dioperasikan PT Indonesia Media Televisi (IMTV) ini masih dimiliki
PT LinkNet, anak perusahaan PT First Media Tbk yang sudah malang
melintang di tv kabel berbayar. First Media sendiri musim lalu sudah
menyiarkan Liga Inggris lewat jalur streaming di ESPN Player.
Untuk musim depan, keduanya mendapatkan paket Gold, yang akan menyiarkan empat pertandingan per pekan. Melalui pay tv ini, untuk pertama kalinya di Indonesia nantinya Liga Inggris ditayangkan dengan kualitas High Defenition (HD).
Big TV yang direncanakan beroperasi Juli
mendatang melalui satelit JC Sat 13/4B KU Band ini ditujukan untuk
segmen menengah ke bawah sehingga diharapkan harga untuk menikmati BPL
bisa terjangkau.

Promo Liga Inggris di NexMedia. (nexmedia)
3. SCTV, Indosiar dan NexMedia
EMTK Group-lah satu-satunya pemegang hak siar BPL yang memiliki televisi Free To Air (FTA).
Khusus NexMedia, sama dengan Orange TV yang memegang hak siar Platinum.
Pay TV yang beroperasi lewat jalur teresterial ini akan menghadirkan
BPL 380 pertandingan setiap musim hingga 2015/2016.
Sayangnya, SCTV dan Indosiar sebagai televisi FTA
yang dimiliki perusahaan ini hanya memiliki hak siar Silver. Keduanya
akan menayangkan dua pertandingan per pekan. Itu pun hanya pertandingan
level menengah ke bawah.
Kedua channel ini diduga hanya “dimanfaatkan” untuk menghindari
tuduhan monopoli seperti yang dialami Astro Nusantara beberapa tahun
lalu. Saat itu, Astro pun menindaklanjutinya dengan memperbolehkan
Lativi (sekarang tvOne) untuk menayangkan beberapa laga ‘menengah’.
Nah, bagi anda pecinta Liga Inggris,
bersiap-siaplah berlangganan televisi berbayar untuk menyaksikan klub
kesayangan anda berlaga.
Tayangan terakhir Liga Inggris di MNCTV. (rokip)
Tiga tahun lalu butuh waktu yang sangat mepet
untuk mengetahui pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia. Bahkan,
sempat ketinggalan laga perdana sebelum diketahui bahwa MNC Group resmi
memiliki hak siarnya yang sudah berakhir musim 2012/2013.
Tak bisa dipungkiri, Barclays Premier League (BPL)
masih menjadi konsumsi utama kebanyakan penikmat sepakbola di
Indonesia. Hal itu pula yang mendorong sejumlah perusahaan media di
negara ini berlomba-lomba untuk memiliki hak siarnya. Meski memiliki
harga yang sangat fantastis, namun tidak menyurutkan sang pengelola
televisi untuk mendapatkannya.
MP & Silva yang menjadi pemegang hak
siar Liga Inggris saat ini menawarkan US$ 90 Juta untuk tiga musim ke
depan. Padahal, ketika dimenangkan MNC Group tiga tahun lalu, ‘hanya’
sekitar US$ 39 Juta.
Hal inilah yang melatarbelakangi MNC
Group yang membawahi RCTI, MNCTV dan Global TV serta tv berbayar
Indovision, TopTV dan OkeVision enggan untuk kembali memilikinya. Cukup
mengherankan memang, pemain baru bisa mengalahkan pionir pay tv di Indonesia.
Selain itu, perubahan terjadi pada televisi Free To Air (FTA). Mulai
musim depan, SCTV dan Indosiar hanya akan menyiarkan dua pertandingan
perpekan. Itu pun hanya level bawah saja. Praktis, mau tidak mau
penikmat Liga Inggris harus berlangganan televisi berbayar.
Berikut pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia mulai musim depan.

Promo Liga Inggris di Orange TV. (orangetv)
1. Orange TV
Berdiri pada 2011 lalu, Orange TV
langsung mendapatkan hak siar Liga Champions dan Liga Eropa 2012/2013
untuk televisi satelit berbayar. Mungkin, lantaran drastisnya lonjakan
penjualan saat itu, Orange TV kembali mencoba mengadu nasib dengan
membeli hak siar Liga Inggris. Tak tanggung-tanggung, pay tv
yang dioperasikan PT Mega Media Indonesia ini memiliki hak siar platinum
atau akan menayangkan 380 pertandingan siaran langsung BPL setiap musim
hingga 2015/2016.
Orange TV juga berhak me-relay
channel Premier League TV yang bermukim di satelit Intelsat 20. Namun,
sebaiknya Orange TV menambah transpondernya. Pasalnya, saat menyiarkan
UCL dan dan Liga UEFA musim lalu saja, kualitas audio dan video-nya sangat mengecewakan.
Sedikitnya Orange TV harus menambah lima channel lagi. Upaya dengan menimpa channel premium
seperti musim lalu bukanlah solusi. Bahkan, cenderung merugikan
konsumen. Tidak semuanya pelanggan Orange TV suka menonton sepakbola.
Apalagi, Liga Inggris disiarkan di jam prime time dan week end.
Terbatasnya slot transporder Orange TV di
jalur KU Band satelit Palapa D merupakan masalah tersendiri. Sehingga
memunculkan isu bahwa grup Sinar Mas ini akan beralih ke jalur C Band.
Ini tentu akan memakan modal yang sangat besar. Belum lagi keluhan
konsumen yang sudah berlangganan.

Inilah penampakan dish Big TV. (Ocit)
2. Big TV dan First Media
Satu lagi pemain baru di dunia pay tv
satelit yang akan menyiarkan Liga Inggris mulai musim depan, Big TV.
Meski baru lahir, namun orang dibelakangnya bukanlah pemain baru. Pay TV
yang dioperasikan PT Indonesia Media Televisi (IMTV) ini masih dimiliki
PT LinkNet, anak perusahaan PT First Media Tbk yang sudah malang
melintang di tv kabel berbayar. First Media sendiri musim lalu sudah
menyiarkan Liga Inggris lewat jalur streaming di ESPN Player.
Untuk musim depan, keduanya mendapatkan paket Gold, yang akan menyiarkan empat pertandingan per pekan. Melalui pay tv ini, untuk pertama kalinya di Indonesia nantinya Liga Inggris ditayangkan dengan kualitas High Defenition (HD).
Big TV yang direncanakan beroperasi Juli
mendatang melalui satelit JC Sat 13/4B KU Band ini ditujukan untuk
segmen menengah ke bawah sehingga diharapkan harga untuk menikmati BPL
bisa terjangkau.

Promo Liga Inggris di NexMedia. (nexmedia)
3. SCTV, Indosiar dan NexMedia
EMTK Group-lah satu-satunya pemegang hak siar BPL yang memiliki televisi Free To Air (FTA).
Khusus NexMedia, sama dengan Orange TV yang memegang hak siar Platinum.
Pay TV yang beroperasi lewat jalur teresterial ini akan menghadirkan
BPL 380 pertandingan setiap musim hingga 2015/2016.
Sayangnya, SCTV dan Indosiar sebagai televisi FTA
yang dimiliki perusahaan ini hanya memiliki hak siar Silver. Keduanya
akan menayangkan dua pertandingan per pekan. Itu pun hanya pertandingan
level menengah ke bawah.
Kedua channel ini diduga hanya “dimanfaatkan” untuk menghindari
tuduhan monopoli seperti yang dialami Astro Nusantara beberapa tahun
lalu. Saat itu, Astro pun menindaklanjutinya dengan memperbolehkan
Lativi (sekarang tvOne) untuk menayangkan beberapa laga ‘menengah’.
Nah, bagi anda pecinta Liga Inggris,
bersiap-siaplah berlangganan televisi berbayar untuk menyaksikan klub
kesayangan anda berlaga.